Artikel

Panduan Orang Tua

Lisensi Pelatih SSB: Arti Lisensi D, C, B, A, dan AFC Pro (2026)

Muhammad Rully Sumbayak

Muhammad Rully Sumbayak

Pendiri Onivor · 2026-07-08 · 6 menit baca

Terakhir diperbarui: 2026-09-20

Jawaban singkat

Lisensi pelatih sepak bola di Indonesia mengikuti jenjang AFC yang diadopsi PSSI, dengan kursus dasar nasional dan jalur diploma AFC C, B, A, hingga Pro. Untuk memilih SSB, tanyakan lisensi yang dimiliki dan pengalaman pelatih menangani kelompok usia anak Anda. Amati juga cara pelatih menjelaskan, mengawasi, dan memberi koreksi.

Ilustrasi buku belajar kepelatihan, peluit dan papan taktik tanpa tulisan untuk mengenal pendidikan pelatih.
Memuat statistik…

Daftar Isi

Ringkasan / Fakta Kunci

  • Jenjang lisensi (dasar ke tertinggi): D, C AFC, B AFC, A AFC, AFC Pro. PSSI mengikuti prosedur AFC.
  • Lisensi D nasional: periksa penyelenggara dan persyaratan pada pengumuman kursus PSSI terkait.
  • AFC C = minimum 60 jam pendidikan menurut aturan AFC 2024; jadwal dan persyaratan kursus PSSI mengikuti pengumuman penyelenggara.
  • Untuk SSB anak, tanyakan pendidikan kepelatihan dan pengalaman menangani kelompok usia anak; jenjang lisensi saja tidak cukup.
  • Pelatih Pro tidak wajib untuk akar rumput; yang penting pelatih paham perkembangan anak.
  • Lisensi pelatih berbeda dari status SSB terdaftar PSSI - satu soal individu, satu soal organisasi.
  • Tanyakan lisensi dengan sopan saat trial; jawaban terbuka adalah tanda baik.

Apa itu lisensi pelatih dan jenjangnya?

Lisensi pelatih adalah sertifikasi resmi yang menandakan seorang pelatih sudah mengikuti kursus dan lulus penilaian sesuai standar. Di Indonesia, PSSI mengikuti prosedur AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia), sehingga jenjangnya berlapis dari yang paling dasar hingga tertinggi. Setiap tingkat menuntut prasyarat, jumlah jam kursus, dan lingkup penugasan yang berbeda.

Berikut ringkasan jenjang lisensi dan untuk apa masing-masing:

JenjangKeterangan
Lisensi D nasionalKursus dasar nasional; periksa persyaratan penyelenggara PSSI terkait.
AFC CMinimum 60 jam pendidikan menurut AFC Coaching Convention 2024.
AFC BMinimum 120 jam pendidikan menurut ketentuan yang sama.
AFC AMinimum 180 jam pendidikan menurut ketentuan yang sama.
AFC ProMinimum 360 jam pendidikan menurut ketentuan yang sama.

Angka di atas adalah minimum AFC, bukan lama setiap kursus PSSI. Ketentuan penerimaan kursus dan syarat melatih pada kompetisi tertentu perlu dilihat pada pengumuman atau regulasi yang berlaku.

Untuk masuk kursus AFC Pro, ketentuan dasar AFC mencakup lisensi A yang masih berlaku, rekomendasi klub profesional atau tutor lisensi A, serta sedikitnya satu tahun pengalaman melatih sebagai pemegang lisensi A dalam peran yang ditentukan. Ini bukan ketentuan bahwa semua pemegang A otomatis diterima; lihat AFC Coaching Convention 2024, Pasal 20 dan 25 dan pengumuman kursus PSSI.

Lisensi mana yang relevan untuk SSB anak?

Saat menilai pelatih SSB, tanyakan lisensi yang dimiliki, penyelenggara kursusnya, dan pengalaman melatih anak. Lisensi menunjukkan pendidikan kepelatihan yang telah diikuti. Tetap tanyakan pengalaman menangani kelompok usia anak Anda dan amati cara pelatih bekerja.

AFC juga memiliki jalur khusus elite youth. Jangan menyimpulkan kecocokan pelatih anak hanya dari tinggi-rendahnya jenjang lisensi umum. Menuntut setiap pelatih SSB anak berlisensi Pro adalah harapan yang tidak realistis - dan tidak perlu. Anda tidak butuh pelatih berlisensi tertinggi untuk pembinaan usia dini yang baik. Yang jauh lebih penting adalah pelatih memahami perkembangan anak (child development) dan setidaknya punya dasar grassroots/Lisensi D.

Saat membandingkan SSB, periksa jenis lisensi dan pengalaman pelatih bersama cara mereka menangani anak di lapangan. Panduan lengkap menilai pelatih ada di cara memilih SSB yang tepat.

Lisensi pelatih vs status SSB terdaftar PSSI

Dua hal ini sering tertukar. Lisensi pelatih menyangkut kompetensi individu (pelatihnya). Status SSB terdaftar PSSI menyangkut organisasi SSB-nya - apakah ia dikenal struktur resmi. Sebuah SSB bisa terdaftar tetapi pelatihnya belum berlisensi, atau sebaliknya, SSB belum terdaftar tetapi pelatihnya berlisensi C.

Untuk kualitas pembinaan harian anak, lisensi pelatih sering lebih langsung relevan daripada sekadar status terdaftar. Keduanya berguna, tetapi jangan menganggap yang satu otomatis menjamin yang lain.

Selain lisensi, apa tanda pelatih yang baik?

Lisensi adalah satu sinyal, bukan satu-satunya. Pelatih grassroots yang baik terlihat dari cara ia bekerja dengan anak, bukan hanya dari selembar sertifikat. Amati hal-hal ini saat Anda mengunjungi latihan:

  1. Paham perkembangan anak - latihan disesuaikan usia, porsi bermain dan bersenang-senang cukup untuk usia dini.
  2. Rasio pelatih:anak wajar - anak tidak menganggur menunggu giliran karena kelas terlalu padat.
  3. Gaya melatih positif - memberi koreksi dengan sabar, tidak membentak, anak terlihat antusias.
  4. Ada kurikulum per kelompok usia - bukan sekadar "pokoknya main bola".
  5. Konsisten dan hadir - pelatih yang sama menangani kelompok anak, bukan berganti-ganti.

Pelatih dengan Lisensi D yang sabar dan paham anak sering lebih cocok untuk pemula dibanding pelatih berlisensi tinggi yang berorientasi hasil. Ingat prinsipnya: terbaik berarti paling cocok untuk anak Anda, bukan yang gelarnya paling tinggi.

Cara menanyakan lisensi pelatih saat trial

Menanyakan lisensi itu wajar dan tidak perlu canggung. Sampaikan dengan sopan dan tunjukkan bahwa Anda peduli pada pembinaan anak, bukan menginterogasi. Beberapa kalimat yang bisa dipakai:

  • "Untuk kelompok usia anak saya, pelatihnya memegang lisensi apa ya?"
  • "Apakah pelatihnya sudah mengikuti kursus grassroots atau Lisensi D/C?"
  • "Bagaimana pendekatan latihan untuk anak seusia ini?"

SSB yang baik akan menjawab terbuka. Jawaban yang mengelak atau tersinggung justru menjadi catatan. Kumpulkan pertanyaan lengkap lain di daftar pertanyaan saat trial SSB sebelum berkunjung.

Setelah menemukan kandidat yang cocok, ikuti petunjuk pada halaman profil untuk mengirim pertanyaan atau menyimpan minat. Jika profil belum diklaim pengelola, minat disimpan untuk membantu mengajak SSB bergabung; balasan belum bisa dijanjikan. Belum tahu mulai dari mana? Coba Bantu Saya Pilih SSB atau telusuri per kota untuk membandingkan profil terlebih dahulu.

Referensi

Pertanyaan umum

Apa urutan lisensi pelatih dari yang paling dasar?
Dari dasar ke tertinggi: Lisensi D, Lisensi C AFC, Lisensi B AFC, Lisensi A AFC, lalu AFC Pro. PSSI mengikuti prosedur jenjang AFC ini.
Apakah pelatih SSB anak harus punya Lisensi A atau Pro?
Jenjang tertinggi bukan satu-satunya ukuran. Tanyakan pendidikan kepelatihan, pengalaman menangani usia anak, dan cara mengawasi kelompok; periksa juga syarat penyelenggara bila program mengikuti kompetisi tertentu.
Berapa lama kursus Lisensi C AFC?
AFC Coaching Convention 2024 menetapkan minimum 60 jam pendidikan. Lama pelaksanaan dan syarat penerimaan kursus PSSI mengikuti pengumuman penyelenggara.
Apa beda lisensi pelatih dan SSB terdaftar PSSI?
Lisensi pelatih soal kompetensi individu pelatih; status terdaftar soal organisasi SSB. Keduanya berbeda dan tidak saling menjamin.
Bagaimana kalau SSB tidak bisa menunjukkan lisensi pelatih?
Tanyakan dengan sopan dan minta penjelasan. Ketiadaan lisensi tidak selalu berarti buruk, tetapi kesediaan menjelaskan secara terbuka adalah tanda pengelola yang jujur.

Sudah siap memilih? Mulai dari kota Anda.

Pilih kota Anda →
Muhammad Rully Sumbayak

Muhammad Rully Sumbayak

Pendiri Onivor

Pendiri Onivor. Menulis panduan netral dan faktual untuk orang tua tentang cara memilih sekolah sepak bola (SSB) yang tepat untuk anak di Indonesia.

Baca juga

Untuk pengelola SSB

Punya SSB? Daftarkan ke direktori.

Tambahkan SSB Anda secara gratis agar orang tua dapat membaca jadwal, lokasi, dan biayanya.

Daftarkan SSB Anda

Menemukan data yang keliru? Laporkan